Minggu, 01 Juni 2014

Sesuatu yang tak pernah diharapkan





(google Images)
Apa yang lo rasakan saat lo ngeliat orang yang “dulu” pernah jadi bagian terindah dari hidup lo kini menghilang perlahan bukan raganyanya melainkan jiwanya ? tapi lo harus bisa tetap tersenyum di depannya. Memang sulit jika harus tersenyum terpaksa, tapi bakalan biasa kalau sudah terbiasa. Kadang diri ini selalu bertanya, apa kesalahan yang telah di perbuat sehingga jarak hadir diantara kita ?. entah harus memulai darimana lagi untuk mengembalikan keadaan seperti semula. Hidup bagaikan roda yang selalu berputar, ada saatnya kita berada di titik bahagia dan ada saatnnya kita berada di titik kebalikannnya. Mungkin ini bukan sekali dua kali, fikiran negative datang silih berganti. Kini aku hanya mampu memandangimu dari kejauhan, bukan karena aku malu atau takut, tapi karena aku tak ingin merusak kebahagiaan kalian. Rasa iri ini selalu menghantuiku tapi aku sadar aku bukan siapa-siapa lagi. Ingin bisa menggenggam tangan mu lagi , bukan untuk genggaman sesaat tetapi genggaman yang penuh makna. Aku selalu berjuang untuk mengembalikan semuanya seperti dulu tapi mungkin usahaku sia-sia dan memang “perpisahan” adalah jalan terbaik untuk kita. Banyak kenangan indah diantara kita yang tak mungkin bisa hilang dalam waktu yang singkat. Kenangan itu memang bukan untuk dilupakan tapi di kenang sebagai bahan pelajaran untuk kedepannya.

Apa yang lo rasakan ketika orang yang “dulu” bisa membuatmu bahagia kini dia hanya bisa membuat luka di hati ? mungkin bukan maksudnya untuk menyakiti. Diri ini lah yang terlalu sensitive dan hanya rindu apa yang dulu telah terjadi. Kebahagiaan memang tidak bisa kekal , tapi percayalah kesedihan pun takan pernah kekal. Memang sudah saatnya keadaan harus berubah, tuhan pasti tau apa yang terbaik untuk kita. Mungkin pahit di awal tapi lihat kelak di akhir semua akan indah pada waktunnya. Setiap pertemuan memang harus ada perpisahan , bukan untuk menambah beban hidup tetapi untuk menjadikan hidup lebih dewasa. Banyak orang yang tidak sadar tentang dampak positif dari perpisahan , bukan karena mereka tak memahami tapi karena mereka terlalu larut akan kenagan masa lalu.

Apa yang lo rasakan ketika orang yang “dulu” selalu ada buat lo kin dia tetap selalu ada tapi bukan buat lo melainkan orang lain ? mungkin jenuh bisa dijadikan alasan utama untuk mencapai titik perpisahan. Yang sering dirasa bukanlah seberapa jauh dia menjauh tapi seberapa dekat dia mendekat dengan orang lain. Juga bukan karena dia menghilang dari pandangan justru karena dia selalu ada di depan mata dengan orang lain yang kini menjadi bagian terindah di hidupnya.

Kini “IKHLAS” adalah pilihan yang utama dan terbaik jika menghadapi sebuat perpisahan. Kenangan bukan untuk di jadikan alasan kesedihan juga bukan untuk dilupakan. Hidup harus terus berjalan , tersenyumlah walaupun terluka dalam hati. Tapi setidaknya senyuman mu dapat membuatmu menjadikan pribadi yang tangguh.

1 komentar:

  1. Persis kejadiannya... Untung ga cakep orangnya jadi cepet ikhlas nya

    BalasHapus